Pages

Kamis, 16 Februari 2012

SATUAN ACARA PENYULUHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN
Mata ajar : keperawatan gerontik
Pokok bahasan : senam osteoporosis
Sub pokok bahasan :
Waktu pertemuan :
Tempat :
Tanggal pelaksanaan :
Jam :

A. Tujuan Intruksional Umum ( TIU )
Peserta dapat memahami tentang senam lansia dan mempraktekkan senam lansia

B. Tujuan Intruksional Khusus ( TIK )
1. Peserta dapat menjelaskan pengertian senam lansia
2. Peserta dapat menjelaskan tentang penggolongan lansia
3. Peserta dapat menjelaskan tentang manfaat senam lansia
4. Peserta dapat menyebutkan jenis-jenis senam lansia
5.Peserta dapat mengetahui sedikit langkah-langkah senam lansia
6. peserta dapat mempraktekkan senam lansia

C. Media
1. LCD
2. Laptop
3. Leaflet senam lansia
4. sound sistem

D. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi
3. praktek

E. pengorganisasian
Penanggung jawab : kelompok II
1.    Leader : Edy Supriyanto
2.    Co leader : Sanggra Vien Anisa
3.    Moderator : mela yuanda
4.    Fasilitator : Johari
Ade Julia
Eri Saragih
Bahtiar
Daman Supriyanto
Syamsuri
Suyetno
Siti Mardiana
Yuli Atmawati
Widia Salfitri
Satra yulia
Ernita Fitri
Ria Oktafia
5.    Observer :  Santina

F. uraian tugas
Penaggung jawab : mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan
1.    leader
menyampaikan penyuluhan kepada lansia
2.    Co leader
Membantu leader pada saat penyajian penyuluhan
3.    moderator
a.    membuka acara
b.    memperkenalkan mahasiswa dan pembimbing pendidikan atau lahan praktek
c.    menjelaskan tujuan dan topic
d.    menentukan kontrak waktu
e.    meminta para lansia untuk memberikan pernyataan atas penjelasan yang tidak di mengerti
f.    memberi kesempatan pada mahasiswa untuk menjawab pertanyaan
g.    memberi praktek langsung senam lansia
h.    menyimpulkan dan menutup diskusi
i.    mengucapkan salam
4.    fasilitator
a.    memotivasi para lansia untuk berperan aktif
b.    membuat absensi penyuluhan
c.    mempraktekkan senam lansia
5.    observer
a.    mengawasi proses pelaksanaan kegiatan penyuluhan dari awal sampai akhir
b.    membuat laporan penyuluhan yang telah di laksanakan

G. seting tempat









keterangan :
Cl   : Clinical instruktur
L     : Leader
CL  : Co Leader
F    : fasilitator
O   : Observer
P    : pasien / para lansia









H. Kegiatan penyuluhan
no    waktu    Kegiatan penyuluhan     Kegiatan lansia
1    5    menit     Pembukaan
-    Mengucap salam
-    Perkenalkan mahasiswa
-    Perkenalkan CI
-    Menjelaskan tujuan
-    Menjelaskan kontrak waktu     - Mengucapkan salam
- Memperhatikan
- Memperhatikan
- Memperhatikan
- Memperhatikan
- Memperhatikan

2    15    menit     Menyampaikan materi
-menyebutkan pengertian lansia
-Menyebutkan tentang penggolongan lansia
-Menjelaskan tentang manfaat senam lansia
-menyebutkan  jenis –jenis senam lansia
-Menyebutkan tentang lankah- langkah senam lansia    
- Memperhatikan
- Memperhatikan
-Mendengarkan
-Memperhatikan
-Mendengarkan dan memperhatikan.

3    25 menit    Diskusi
Meminta para lansia  untuk mengajukan pertanyaan jika belum jelas.    -Para lansia mengajukan pertanyaan
4    45 menit     Praktek
senam lansia     Para lansia ikut senam
5    10 menit     penutup
-Menyimpulkan hasil penyuluhan.
-Memberi saran-saran.
-Memberi salam dan meminta maaf bila ada kesalahan.
-Mengucapkan terima kasih atas perhatian.
 -Mengucapkan salam.    
-Mendengarkan
-Mendengarkan
-Mendengarkan

-Mendengarkan
-Menjawab salam



I. Kriteria evaluasi
1. evaluasi struktur
a. Lansia, mahasiswa menghadiri penyuluhan
b. Tempat, media serta alat penyuluhan tersedia sesuai rencana
2. evaluasi proses
a. Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan perencanaan
b. Peserta  yang hadir dapat mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
c. Peserta  yang hadir berperan aktif selama kegiatan yang berlangsung
3. Evaluasi hasil
a. Peserta dapat menjelaskan pengertian senam lansia
b. Peserta yang hadir dapat menyebut tentang penggolongan lansia
c. Peserta dapat menyebutkan tentang manfaat senam lansia
d. Peserta dapat menyebutkan jenis-jenis senam lansia
e. Peserta dapat menyebut sedikit langkah-langkah senam lansia
f. peserta dapat mempraktekkan senam lansia



















SENAM  LANSIA

A. Pengertian
Senam adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan terarah serta terencana yang dilakukan secara tersendiri atau berkelompok dengan maksud meningkatkan kemampuan fungsional raga untuk mencapai tujuan tersebut
Lanjut usia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan.
Senam lansia adalah olahraga ringan dan mudah dilakukan, tidak memberatkan yang diterapkan pada lansia. Aktifitas olahraga ini akan membantu tubuh agar tetap bugar dan tetap segar karena melatih tulang tetap kuat, mendorong jantung bekerja optimal dan membantu menghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh.

B. Penggolongan Lansia
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4 yaitu :
Usia pertengahan (middle age)
45 -59 tahun, Lanjut usia (elderly)
60 -74 tahun, lanjut usia tua (old)
75 – 90 tahun dan usia sangat tua (very old)

C. manfaat senam  lansia
1) Memperlancar proses degenerasi karena perubahan usia
2) Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan (adaptasi)
3) Fungsi melindungi, yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam fungsinya terhadap bertambahnya tuntutan, misalya sakit.Sebagai Rehabilitas
Pada lanjut usia terjadi penurunan masa otot serta kekuatannya, laju denyut jantung maksimal, tolerasnsi latihan, kapasitas aerobik dan terjadinya peningkatan lemak tubuh. Dengan melakukan olahraga seperti senam lansia dapat mencegah atau melambatkan kehilangan fungsional tersebut. Bahkan dari berbagai penelitian menunjukan bahwa latihan/olah raga seperti senam lansia dapatmengeliminasi berbagai resiko penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit arteri koroner dan kecelakaan




D. jenis-jenis senam lansia :
Jenis-jenis senam lansia yang biasa diterapkan, meliputi :
1. Senam kebugaran lansia
2. Senam otak
3. Senam osteoporosis
4. Senam hipertensi
5. Senam diabetes mellitus
6. Olahraga rekreatif/jalan santai.

E. langkah-langkah senam lansia
1. Latihan kepala dan leher
•    Lihat keatap kemudian menunduk sampai dagu ke dada
•    Putar kepala dengan melihat bahu sebelah kanan lalu sebelah kiri
•    Miringkan kepala ke bahu sebelah kanan lalu kesebelah kiri.
2. Latihan bahu dan lengan
•    Angkat kedua bahu ke atas mendekati telinga kemudian turunkan kembali perlahan-lahan
•    Tepukan kedua telapak tangan dan renggangkan lengan kedepan lurus dengan bahu. Pertahankan bahu tetap lurus dan kedua tangan bertepuk kemudian angkat lengan keatas kepala.
•     Satu tangan menyentuh bagian belakang dari leher kemudian raihlah punggung sejauh mungkin yang dapat dicapai. Bergantian tangan kanandan kiri.
•     Letakan tangan di punggung kemudian coba meraih keatas sedapatnya.
3. Latihan tangan
•    Letakan telapak tangan diatas meja. Lebarkan jari-jarinya dan tekan ke meja
•    Baliklah telapak tangan. Tariklah ibu jari melintasi permukaan telapak tangan untuk menyentuh jari kelingking. Kemudian tarik kembali. Lanjutkan dengan menyentuh tiap-tiap jari dengan ibu jari dan kemudian setelah menyentuh tiap jari.
•     Kepalkan tangan sekuatnya kemudian renggangkan jari-jari selurus mungkin.
4. Latihan punggung
•    Dengan tangan disamping bengkokan badan kesatu sisi kemudian kesisi yang lain.
•     Letakan tangan dipinggang dan tekan kedua kaki, putar tubuh dengan melihat bahu kekiri dan kekanan..
•     Tepukan kedua tangan dibelakang dan regangkan kedua bahu ke belakang.
5. Latihan paha
•    Latihan ini dapat dilakukan dengan berdiri tegak dan memegang sandaran kursi atau dengan posisi tiduran.
•    Lipat satu lutut sampai pada dada dimana kaki yang lain tetap lurus, dan tahan beberapa waktu.
•    Duduklah dengan kedua kaki lurus kedepan. Tekankan kedua lutut pada tempat tidur hingga bagian belakang lutut menyentuh tempat tidur. Pertahankan kaki lurus tanpa membengkokan lutut, kemudian tarik telapak kaki kearah kita dan regangkan kembali.
 Tekuk dan regangkan jari-jari kaki tanpa menggerakan lutut.
•    Pertahankan lutut tetap lurus, putar telapak kaki kedalam sehingga permukaannya saling bertemu kemudian kembali lagi.
•    Berdiri dengan kaki lurus dan berpegangan pada bagian belakang kursi. Angkat tumit tinggi-tinggi kemudian putarkan.
6. Latihan pernafasan
•    Duduklah di kursi dengan punggung bersandar dan bahu relaks. Letakkan kedua telapak tangan pada tulang rusuk. Tarik nafas dalam-dalam maka terasa dada mengambang. Sekarang keluarkan nafas perlahan-lahan sedapatnya. Terasa tangan akan menutup kembali.
7. Latihan muka
•    Kerutkan muka sedapatnya kemudian tarik alis keatas
•     Tutup mata kuat-kuat, kemudian buka lebar-lebar
•     Kembangkan pipi keluar sebisanya. Kemudian isap kedalam
•    Tarik bibir kebelakang sedapatnya, kemudian ciutkan dan bersiul
 F. masalah dalam senam lansia
Permasalahan yang biasanya terjadi yang merupakan hambatan dalam melakukan senam lansia adalai rasa bosan. Perasaan ini wajar saja dan muncul mungkin dikarenakan tidak adanya variasi senam. Untuk itu macam atau jenis senam yang dilakukan sebaiknya selalu bervariasi/berganti-ganti. Misalnya pada minggu pertama melakukan senam kebugaran dan minggu selanjutnya jenis senam osteoporosis dan seterusnya dilakukan secara bergiliran. Musik juga mempengaruhi, sehingga peserta senam lansia menyukai musik tertentu yang memungkin tumbuh semangat para lansia ketika melakukan senam

2 komentar:

  1. bahaya sekali yah hipertensi itu, harus mengubah pola makan dan pola kesehatan nih untuk menjaga agar tekanan darah tetap stabil ^^. Oh iya tau gak sis yang menjual baju senam murah untuk tunjang penampilan pas senam supaya makin okeee ;) makasih banyak ^^

    BalasHapus
  2. thx ya min artikel'nya, sangat berguna untuk orang awam sprti saya :), oh iya min apakah senam lansia juga pakai baju senam juga?

    BalasHapus